Panen Raya Bawang Merah oleh Petani di Kalurahan Parangtritis

Administrator 24 Agustus 2021 12:31:02 WIB

Selasa, 24 Agustus 2021. Pola tanam serentak telah dilakukan oleh Gapoktan / Gabungan Kelompok Tani Paris Makmur Kalurahan Parangtritis. Pola tanam dilakukan untuk mengatur petani dalam pengelolaan lahan pertanian hingga tanaman yang akan ditanam. Untuk pola tanam di wilayah Kalurahan Parangtritis, gapoktan melalui perwakilan kelompok tani masing-masing padukuhan melakukan musyawarah yang pada akhirnya mendapatkan kesepakatan Pola Tanam Tahun 2020-2021 yan dilaksanakan pada bulan Oktober Tahun 2020. Adapun kesepakatan tersebut sebagai berikut:

NO

JENIS TANAMAN

TANGGAL SEBAR

TANGGAL TANAM

TANGGAL

TANAM MT I

TANGGAL

TANAM MT II

A

Padi

1

Cisadane dan atau sejenisnya

25 – 05

Okt-Nov 2020

25 – 05

Nov-Des 2020

 

 

2

IR-64 dan atau sejenisnya

05 – 15

Nov 2020

30 – 10

Nov-Des 2020

 

 

B

Bawang Merah

 

 

 

 

01-20

Maret -April 2021

25 – 15

Juni-Juli 2021

C

Tanaman Cabai,Terong,Tomat Off season harus sudah bersih sampai tanggal  15 April 2021

D

Tanaman Cabai,Terong,Tomat pada MT I harus sudah bersih sampai tanggal  15 Juli 2021

E

Tanam Bawang Merah Off season Bulan Desember 2020 sampai dengan 10 Januari 2021

F

Untuk Off season MT I tidak Boleh menanan Cabai Rawit

G

Penanaman Cabai Teban boleh dilakukan dan dimulai bersama pada tanam bawang merah MT II

Pola tanam tersebut secara tegas disahkan dan dijadikan sebagai keputusan berupa Peraturan Lurah Tentang Pola Tanam Tahun 2020-2021. Secara garis besar, manfaat dari pola tanam tersebut ialah untuk memutus mata rantai penyebaran hama pada jenis tanaman.

Minggu ini, merupakan waktu dimana masyarakat atau petani di Parangtritis memulai panen bawang merah secara hampir bersamaan atau dapat dikatakan sebagai panen raya bawang merah Parangtritis. Adanya PPKM tidak mempengaruhi semangat kerja para petani yang ada dikarenakan, hasil atau bawang merah tersebut merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan rumah tangga, sehingga memacu pola pikir positif petani bawang merah yang ada dikalurahan Parangtritis untuk giat bercocok tanam. Tahun lalu, perkiraan kucuran atau peredaran uang masuk ke wilayah Parangtritis khususnya bidang pertanian kurang lebih mencapai 5,3 Miliyar Rupiah dikarenakan harga bawang merah yang tinggi berkisar antara 15 ribu rupiah - 19 ribu rupiah per kilogram. Untuk saat ini, kisaran harga di bulan Agustus pada minggu ke tiga berkisar antara 10 ribu hingga 14 ribu rupiah per kilogram. Sebagai harapan para Petani di parangtritis tidak terlepas dari harga bawang merah yang stabil dan dengan harapan besar dapat terus meningkat.

 

#nng

Komentar atas Panen Raya Bawang Merah oleh Petani di Kalurahan Parangtritis

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License